Selasa, 12 Februari 2013

dering

lagi - lagi telepon yang menggembirakan.

sebelumnya fikiran berusaha untuk teatp tenang menerima kenyataan kalau "kebahagian" itu bukan milik saya, tapi milik mereka yang sama sama tengah berjuang, mencoba sabar, walaupun kadang susah, karena apa yang diharapkan tidak muncul kepermukaan, seaakan runtuh, tapi cepat ditahan dan mengeluarkan senyum palsu kepada semua orang dengan isyarat "saya tidak apa-apa" dan saya "baik-baik saja". ternyata cukup ampuh, walau kadang susah.

tapi setelah sebulan lamanya, tiba-tiba telepon berdering, dengan berbisik "dia" memberi tahu, kabar yang telah dibenamkan, yang sempat membuat kecewa, tapi setelah beritanya itu, langsung membuat meledak, seakan menunggu itu adalah bagian dari sabar, senyum palsu yang tidak sia-sia. itu luar biasa.

ah setiap orang harus berfikiran baik, karena itu lebih baik